JAKARTA – “Ini kuasa Tuhan.” Itulah kalimat pertama yang terlontar dari mulut gadis muda yang menjadi penumpang dan saksi hidup kecelakaan kereta dan truk BBM berkapasitas 24 ribu liter di perlintasan Pondok Betung, Jakarta Selatan.
Gadis itu bernama Dinda Irmawati (21). Ia berangkat dari Stasiun Pondok Ranji dan berdiri tepat di belakang pintu masinis sambil memegang gantungan tangan yang berada tepat di atasnya.
“Waktu berangkat biasa aja. Saya nggak kebagian kursi, ramai yang naik di Pondok Ranji. Saya berdiri di belakang masinis (kereta lokomotif),” kata Dinda saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (9/12/2013).
Menurutnya, ada firasat yang muncul sesaat sebelum terjadinya kecelakaan. Seraya gemetar, Dinda mengungkap sesuatu hal yang menurutnya aneh. Ketika menghadap pintu masinis, Dinda mendapati seorang pria membuka pintu dengan wajah tersenyum.
Dinda menduga, pria itu salah satu pendamping masinis. Dinda pun tertahan oleh senyuman itu dan mengurungkan niat masuk ke ruang lokomotif. Belum habis senyuman itu dipandang dan juga belum sempat masuk ke dalam ruang masinis, suara ledakan terdengar. Seketika langsung membuat seisi gerbong panik. Tangis pecah, jeritan di mana-mana.
“Saya melihat ada orang buka pintu dari belakang dan dia senyum sampai kereta nabrak, tiba-tiba duaarrr! Dan dia (pria tersenyum itu) tertawa,” ungkap Dinda, seperti dikutip dari liputan6.com, Kamis(12/12/2013).
Usai benturan keras tersebut, lanjutnya, lokomotif dan gerbong kereta mengeluarkan asap, yang disusul jilatan api besar. Sontak para penumpang yang didominasi wanita itu histeris dan sudah berjatuhan di bawah dengan posisi tidak beraturan lagi. Di situ semua orang mengagungkan Sang Pencipta.
“Allahu akbar, Allahu akbar. Saya nginjek orang dan saya dengar yang di bawah sudah teriak minta tolong. Lalu saya pegang besi di atas dan nggak lama warga buka pintu. Tapi rambut saya terbakar,” sedih Dinda.
Sesaat sebelum dirinya berhasil keluar dari gerbong kereta, pandangan mata Dinda sempat tertuju lagi ke tempat orang yang tertawa tadi. Namun, justru hal tersebut membuat dirinya sulit keluar.
“Saya orang ke-3 yang keluar. Saya juga sempat nengok ke arah sana (tempat ia melihat orang tertawa) lagi. Tas saya malah nyantel dan akhirnya saya lepasin tas saya,” papar Dinda.
Kini Dinda sudah diperbolehkan pulang dari RS Dr Suyoto. Dinda pun mengalami luka ringan yang terdapat di punggung dan kaki. Rambutnya yang terbakar kini hanya tinggal sebahu dari sebelumnya di bawah bahu.
Ucapan syukur pun terus keluar dari mulut gadis itu. Saat ini Dinda masih trauma dengan peristiwa tadi. “Sudah ya, saya masih trauma,” tutup Dinda.