KORANFESBUKER.com – Saat ini sedang terjadi fenomena unik di mana Google, Facebook, Yahoo dan Microsoft terlibat persaingan sengit untuk mendapatkan peneliti terbaik. Tak lain akibat dari kesadaran perusahaan-perusahaan teknologi tersebut terhadap potensi di sektor teknologi pintar.

Semakin cepat mereka dapat membuat mesin memahami gambar apa yang di-upload pengguna dan kalimat apa yang diketik pengguna maka makin cepat pula untuk menawarkan perangkat atau layanan tersebut kepada pengguna sebelum perusahaan lain mendahului.

Untuk bisa menjaga jarak dengan persaingan tersebut, September lalu Facebook meluncurkan sebuah lab untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Meski sebelumnya tidak ada informasi siapa yang akan menahkodai lab tersebut, kini raksasa media sosial tersebut telah menggandeng seorang ahli dari kota New York.

Namun baru-baru ini, seperti yang dikutip dari Cnet, Senin (09/12/13), Facebook dikabarkan sudah merekrut seorang ahli dari Universitas New York yang akan memimpin lab tersebut yaitu Yann LeCun, seorang ahli yang pernah menjadi tokoh penting dalam analisis tulisan tangan di tahun 1990 dan sedang mempelajari teknik pengenalan gambar dan tampilan komputer.

Keputusan Facebook untuk melakukan perekrutan hari ini cukup berani, jika memang dimaksudkan untuk memotong laju Google yang tahun lalu sudah mendalami teknologi serupa yang dikembangkan oleh Universitas Toronto di bawah pengawasan professor Geoffret Hinton.

Yann LeCun sebenarnya bukan ahli pertama yang direkrut oleh Facebook, sebelumnya terdapat seorang mantan karyawan Google yaitu Marc’ Aurelio Ranzato yang mengenal dekat Yann LeCun.

Menarik sekali menunggu bagaimana hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Facebook dan juga Google, kemungkinan besar kita akan kembali mencium persaingan sengit jika Yahoo, Microsoft atau Apple melakukan hal yang sama.

sumber