KORANFESBUKER.com – Dua pengguna Facebook mengajukan gugatan hukum kepada jejaring sosial internet terbesar itu karena diduga mengumpulkan data dari pesan pribadi pengguna. CNN melaporkan, data itu kemudian dijual kepada pihak ketiga.

Gugatan class-action atau berkelompok ini diajukan oleh Matthew Campbell dan Michael Hurley di pengadilan distrik Amerika Serikat (AS) di California Utara. Mereka berpendapat, Facebook memindai pesan dan informasi pribadi pengguna dan mendapatkan untung dengan menjualnya ke pengiklan, pelaku pemasaran, dan agregator data.

Menurut penggugat, aksi Facebook ini dilakukan tanpa persetujuan dari pengguna. Campbell dan Hurley menyatakan bahwa hal itu melanggar aturan privasi di AS.

Kepada BBC, Facebook mengatakan bahwa gugatan itu tidak berdasar. “Kami akan membela diri kami sebaik-baiknya,” kata juru bicara Facebook, seperti dilansir kompas.com.

Perusahaan teknologi lain yang berjualan iklan online, termasuk Google, telah menghadapi gugatan serupa atas dugaan pengumpulan data pengguna untuk kepentingan komersial.

Facebook selama ini mengandalkan bisnisnya dari berjualan iklan, di mana iklan tersebut mampu menargetkan profil individu yang sesuai keinginan pengiklan. Pada kuartal ketiga 2013, pendapatan Facebook mencapai 2,02 miliar dollar AS. Sebagian besar pendapatan itu berasal dari penjualan iklan, yaitu 1,8 miliar dollar AS.

Facebook masih menjadi layanan jejaring sosial internet yang paling banyak digunakan. Hingga September 2013, Facebook memiliki 1,19 miliar pengguna. Dari jumlah tersebut, 874 juta pengguna mengakses Facebook dari perangkat mobile, yaitu ponsel dan tablet.

Rata-rata, Facebook diakses secara aktif oleh 728 juta pengguna per hari, 507 juta pengguna di antaranya mengakses dari ponsel dan tablet.