KORANFESBUKER.com – Ada kabar yang menyebut jika Facebook pada bulan Maret ini akan ditutup. Jejaring sosial itu dinilai terlalu sesak berjubel pengguna. Apakah ini hanya sekadar kabar sampah HOAX belaka?
Naked Security menulis jika alasan penutupan ini karena komplain pengguna yang menyebut jika Facebook terlalu lamban kala diakses. Kelambanan ini terjadi akibat jejaring sosial tersebut semakin banyak penggunanya.
Ada pula pesan berantai yang muncul jika pengguna harus menyebarkan ke minimal 15 pengguna lain. Jika tidak lakukan itu, maka selang dua minggu kemudian akun Facebook-nya akan dihapus tanpa pemberitahuan.
Kabar penutupan Facebook bukan hanya sekali dua kali terdengar. Tahun lalu saja jejaring sosial ini digosipkan akan ditutup pada bulan Februari dan Mei. Jadi, ini bukan sebuah kabar baru.
Analisis Sophos, pesan berantai yang muncul dan diharuskan dibagikan kembali kemungkinan besar hanya sekadar HOAX. Modus ini miliki kemiripan dengan sejumlah kabar sampah lain yang bertujuan untuk membuat pengguna was-was.
Terkait kelambanan, patut digali lebih dalam apa yang dimaksud ‘lamban’ oleh pengguna. Apakah lamban kala akses, News Feed lamban akibat tampilan iklan, atau lamban terhubung kala chat. Ada banyak ‘kelambanan’ yang bisa jadi variabel.
Namun kelambanan ini bisa pula jadi pemicu bagi Facebook. Mark Zuckerberg bisa mengambil ‘kelambanan’ untuk dijadikan intropeksi situsnya. Anggap saja apa yang dikeluhkan pengguna semacam feedback guna kemajuan FB di masa mendatang dan bukan putuskan untuk matikan situs.