KORANFESBUKER.com – Twitter Commerce, itulah nama layanan baru yang kini tengah disiapkan oleh Twitter. Microbloggingini nampaknya sedang menyasar ke bisnis e-commerce. Sukses melantai bursa sepertinya buat memutar otak untuk menggali lebih banyak pendapatan.
Pertanyaannya selanjutnya, apa yang disasar Twitter dari bisnis ini? E-commerce adalah unit bisnis terkait jual beli daring atau marketplace. Apakah Twitter hendak izinkan pengguna berbelanja di linimasa?
Stirpe, sebuah perusahaan jasa pembayaran dilaporkan tengah lakukan
penyelesaian kesepakatan dengan Twitter. Keduanya akan membesut layanan
pembayaran digital.
Lalu, selain Stripe, Twitter juga disebut tengah menjalin kerjasama dengan Fancy. Layanan belanja onlinetersebut digandeng sebagai salah satu penyuplai produk yang bakal dihadirkan di layanan Twitter Commerce.
Lantas bagaimana soal layanan itu nantinya? Muncul sebuah screenshotsitus
hasil kolaborasi antara Twitter dengan Fancy. Nampak jika di Timeline
pengguna mengalir beberapa produk yang ditawarkan Twitter Commerce, seperti dilansir sidomi.com.
Produk tersebut akan jadi satu dalam streamlinimasa reguler pengguna. Di produk yang ditawarkan terdapat tombol buyyang memungkinkan pengguna untuk lakukan aksi pembelian.
Selain menggandeng Fancy
sebagai salah satu mitra penyuplai produk, Twitter juga dilaporkan
tengah lakukan pembicaraan dengan mitra potensial lainnya. Makin banyak
mitra maka kian banyak pula produk yang bakal ditawarkan.
Pertanyaannya selanjutnya, jika streamTwitter Commerce bercampur dengan Timeline pengguna, apakah hal itu tidak akan mengganggu kenyamanan users, apakah Twitter lupa akan hal ini? Twitter Commerce sendiri masih belum dirilis dan dalam tahap pengembangan.
Jika microbloggingtersebut sadar di kedepannya, bisa jadi
Twitter Commerce akan hadirkan Timeline sendiri di luar linimasa reguler
tempat pengguna biasa berinteraksi.