Suryadharma Ali
FILIPINA –
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memutuskan langkahnya, terkait
dengan Menteri Agama Suryadharma Ali yang berstatus tersangka kasus
dugaan korupsi penyelenggaraan haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi,
pada Senin, 26 Mei 2014 mendatang.

“Senin nanti akan
ada langkah yang tepat,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama
para wartawan Indonesia di Manila, Filipina, sebelum bertolak menuju
Tanah Air, Sabtu (24/5/2014) pagi.

Menurut Presiden
langkah yang tepat diperlukan agar Suryadharma Ali dapat berkonsentrasi
dalam menghadapi sangkaan hukum tersebut sekaligus juga tugas-tugas
Kementerian Agama tidak terganggu.

“Segera sampai di
Tanah Air saya akan melakukan sesuatu yang paling tepat agar di satu
sisi konsentrasi dan upaya saudara Suryadharma Ali untuk menghadapi
sangkaan hukum ini dilaksanakan secara efektif dan di sisi lain
Kementerian Agama, kementerian yang penting, karena seorang menteri
adalah juga `top decision maker`, `top policy maker` di kementeriannya
yang harus mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyat, `trust” dari
rakyat itu juga tidak terganggu,” kata Presiden.

Presiden
menambahkan dirinya memastikan sikapnya jelas bahwa akan menegakan
hukum. “Sikap saya tidak berubah, kalau ada pejabat negara atau pejabat
pemerintahan dan anggota partai politik yang terlibat korupsi, hukum dan
keadilan harus ditegakkan,” katanya, seperti dilansir iyaa.com.

Presiden
menambahkan, “Tidak pernah saya selama 10 tahun ini, kalau ada 1–2
orang yang melakukan tindak pidana korupsi, kebetulan dari kalangan
pemerintahan atau dari kalangan partai politik yang saya pimpin, saya
langsung mengatakan ini intervensi ini pesanan politik, ini di
cari-cari, saya selalu menghormati penegak hukum termasuk KPK.”

Presiden berharap hukum ditegakan seadil-adilnya, transparan, dan logis di mata semua pihak.