KORANFESBUKER – Seolah tidak peduli dengan duka dunia dan keluarga korban, para penipu internet alias scammer memasang profil FB palsu dengan menggunakan identitas 17 orang korban pesawat MH17.

Tidak hanya penipuan di FB, Anton Gerashchenko selaku penasihat pemerintah Ukraina juga mengumumkan di akun FB miliknya bahwa pelaku kejahatan juga gencar mengambil uang tunai, perhiasan dan kartu kredit yang berserakan di lokasi jatuhnya pesawat MH17.

Menanggapi kejadian tersebut, Asosiasi Bank Belanda menyatakan bahwa pewaris atau keturunan dari korban akan mendapatkan kompensasi jika terjadi masalah dengan pencurian kartu kredit pada korban kecelakaan pesawat MH17.

Phil Williams selaku wartawan dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan langsung dari tempat kejadian bahwa tas dan dompet milik para korban tampak dibongkar paksa dan dicuri. Ia merasa bahwa hal itu sangat memperburuk situasi kecelakaan.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, menyatakan dalam konferensi pers bahwa tindakan yang dilakukan terhadap para korban tersebut sangatlah ‘menjijikkan’ dan memicu amarah keluarga para korban.

Sejauh ini, sudah ditemukan lima akun palsu di FB yang mengatasnamakan korban pesawat MH17 berkewarganegaraan Australia, termasuk nama dari tiga anak dari Australia bagian barat.

Akun yang sudah ditutup oleh Facebook tersebut menampilkan taut menuju video yang menunjukkan rekaman kecelakaan pesawat MH17. Namun bila di-klik, pengguna akan dialihkan ke situs yang dipenuhi dengan iklan pop-up dan layanan yang mencurigakan.

Dilansir dari Mashable, pemerintah Australia sedang mempertimbangkan untuk mendeklarasikan kecelakaan MH17 sebagai serangan teroris. Apabila kecelakaan tersebut dikategorikan sebagai serangan teroris, keluarga korban akan mendapatkan bantuan sebesar 75000 dolar Australia atau sekitar 814 juta rupiah.

Uang dengan jumlah yang sama pernah diberikan untuk keluarga korban bom Bali tahun 2002 dan serangan World Trade Center (WTC) tahun 2001 di New York, AS.