KORANFESBUKER – Siapa
sangka jika foto Selfie bisa membantu untuk menyelesaikan masalah
gangguan medis kulit. Setidaknya ini menurut satu studi terkini. Menukil
laman Financialexpress.com, ini terkait aksi mengambil foto Selfie yang
kemudian diteruskan ke dokter kesehatan kulit. Seperti apa?
Dalam
satu penelitian yang melibatkan 156 pasien, 78 pasien mengunjungi
dermatologi (ahli kulit) untuk lakukan perawatan tingkat lanjut
sedangkan sisanya lebih memilih perawatan online.
Menarik
kemudian menyoroti mereka yang memilih lakukan perawatan daring. Sebab,
dari riset tersebut terungkap jika hasil yang diterima setara dengan
pasien yang menerima perawatan ‘tradisonal’.
Sementara
tingkat keparahan dermatitis atopik diukur pada pasien berdasar ukuran
POEM (patient-oriented eczema measure) dan IGA (investigator global
assessment). Pada rentang 12 bulan perbedaan rata-rata skor POEM pasien
kelompok online adalam minus 5,1 dan minus 4,86 pada kelompok satunya.
Sementara
presentase pasien tingkat dermatitis atopik untuk IGA yakni 38,4% pada
kelompok online dan 43,6% pada kelompok lainnya. Menurut April W
Armstrong, periset dari University of Colorado, penyediaan pelayanan
kesehatan dermatologi memungkinkan model penyediaan layanan kesehatan
yang miliki potensi untuk meningkatkan akses dan hasil.
“Seperti halnya pelayanan kesehatan model baru, studi perbandingan
efektivitas menyelidiki hasil kesehatan sangat penting untuk
mengevaluasi model-model baru dalam pendekatan berbasis bukti,”
lanjutnya, seperti dilansir sidomi.com, Selasa (28/10/2014). (*)