KORANFESBUKER – Umur dan kematian memang menjadi rahasia terbesar manusia. Tapi kalau
sekadar memperkirakan berapa lama seseorang bisa hidup sehat sebelum
akhirnya meninggal, bisa melakukan tes kemampuan berdiri dari posisi
duduk ini.

Tes sederhana yang dikembangkan oleh Dr
Claudio Gil Araujo dari Medicine Clinic di Rio de Janeiro ini, bisa
dilakukan di manapun tanpa perlu alat canggih. Cukup perlu alas duduk
sekaligus pengaman apabila terjatuh saat kita berusaha berdiri.
Caranya
dimulai dengan duduk bersila di atas matras. Lalu, kita harus berdiri
tanpa memikirkan seberapa cepat hal itu bisa dilakukan. Yang diamati
cuma seberapa banyak bantuan yang diperlukan untuk bisa berdiri.
Bantuan
yang dimaksud antara lain meliputi pergerakan tangan atau kaki,
misalnya mendorong badan atau sekedar menjaga keseimbangan. Makin
sedikit menggunakan bantuan tangan saat berdiri, diyakini peluangnya
untuk memiliki umur panjang akan makin besar.
Hasil
pengamatan terhadap 2.000 laki-laki paruh baya, telah membuktikan
keyakinan tersebut. Dalam pengamatan selama enam tahun, partisipan yang
mampu berdiri dari posisi duduk tanpa bantuan tangan atau benda lain,
cenderung hidup lebih lama dibandingkan yang lain.
Selama penelitian berlangsung, 159 orang partisipan akhirnya meninggal dunia dengan tingkat kematian rata-rata 7,9 persen.
Partisipan
yang butuh banyak bantuan untuk berdiri memiliki tingkat kematian yang
lebih tinggi dibandingkan yang bisa melakukannya tanpa bantuan.
“Fleksibilitas,
kekuatan otot, rasio antara kekuatan dan berat badan serta koordinasi
bukan hanya bagus untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga sangat
mempengaruhi harapan hidup,” kata Dr Araujo seperti dirilis Discover
Magazine yang dikutip Dailymail dan dilansir dari tribunnews.com pada Jumat (5/12/2014). (*)