Sri (33). | istimewa

MAMASA –

Seorang lurah perempuan asal Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi
Barat, yang ditangkap petugas, Kamis lalu, Sri (33), resmi ditahan
penyidik Polres Mamasa, Sabtu (24/1/2015).

Sebelumnya, Sri
ditangkap petugas berdasarkan kesaksian sejumlah tersangka lain yang
ditangkap petugas, saat tengah berpesta sabu bersama Sri di sebuah hotel
di Mamasa. Saat ini, sampel darah dan urinenya juga ponsel tersangka
telah dikirim ke laboratorium forensik Polda Sulsel untuk diperiksa.

“Tersangka
Sri resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan. Tersangka sri
dinyatakan terlibat jaringan narkotika dan sebagai pemakai barang
haram,” ujar Kasat Narkoba Polres Mamasa, AKP Darius Limbu.

Darius
mengatakan, berdasarkan keterangan polisi yang melakukan penangkapan,
Sri disebut sempat membuang sejumlah barang bukti ke sungai di belakang
rumahnya sehingga polisi kesulitan mengumpulkan barang bukti.

Dia
juga mengatakan bahwa Sri selama ini sudah menjadi target operasi.
Tersangka dijerat UU Psikotropika denagn ancaman hukuman minimal 4 tahun
dan maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, Bupati Mamasa,
Ramlan Badawi yang menjadi atasan Sri menegaskan akan menjatuhkan sanksi
tegas kepada Sri sesuai ketentuan hukum.

“Yang bersangkutan akan
kita kenai sanksi tegas sesuai ketentuan undang-undang. Bisa dimutasi,
non-job atau sanksi lainnya,” ujar Ramlan, seperti dilansir Kompas.

Menanggapi
adanya pejabatnya yang terjerat jaringan narkotika, Ramlan menyatakan
pihaknya akan melakukan tes urine kepada seluruh pegawai di jajaran
Pemda Mamasa untuk mencegah terulangnya kasus penyalahgunaan narkotika
di lingkungannya.

Sementara itu, pasca-ditangkapnya Sri, kantor
Kelurahan Sumarorong terlihat yang biasanya tampak sibuk dengan
aktivitas birokrasi, tampak lengang sejak Sri ditangkap. (*)