KORANFESBUKER –Presiden Ekuador, Rafael Correa, nampaknya gerah dengan berbagai sindiran yang ditujukan padanya lewat meme Facebook. Puncaknya, Correa memutuskan untuk membuat pasukan cyber untuk berperang melawan meme yang menyudutkan dirinya.
Sebagai permulaan, target pertama dari pasukan cyber Presiden Ekuador itu adalah laman Facebook
bernama ‘Crudo Ecuador’. Laman Facebook tersebut dikenal sangat vokal
dan rajin membuat meme untuk menyindir para politisi Ekuador, utamanya
Correa.
Salah satu meme terbaru Crudo Ecuador yang membuat Presiden Correa
geram adalah meme yang memperlihatkan dirinya sedang membawa tas belanja
di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Belanda.
Dalam meme tersebut, Crudo Ecuador menyindir Presiden Correa yang tidak memegang kata-katanya sendiri.
Sebelumnya, Correa memang mewacanakan pajak pada warganya yang
membeli barang-barang dari luar negeri secara online. Correa beralasan
bila kebiasaan tersebut berakibat buruk bagi barang-barang buatan
Ekuador. Alhasil, tentu saja meme tersebut sangat mencoreng namanya.
Padahal, Presiden Correa beralasan bila dia masuk ke dalam mal mewah
Belanda itu untuk menghindari cuaca dingin. Sementara tas belanja yang
dia pegang berisi pernak pernik dekorasi buatan Ekuador.
Tidak heran bila akhirnya Presiden Correa menuduh Crudo Ecuador telah
dibiayai oleh partai oposisi sebagai bagian dari ‘upaya sistematis’
untuk menghancurkan reputasinya, Fusion.net (22/1/2015).
Bahkan, Presiden Correa mengklaim bila laman Crudo Ecuador dilengkapi
dengan software ‘teroris’ canggih yang dapat mendeteksi semua mention tentang dirinya untuk diputarbalikkan guna mempermalukan dirinya.
“Hal itu sama seperti layanan pintar yang dipakai untuk mendeteksi aktivitas terorisme,” ungkap Presiden Correa, seperti dilansir Merdeka, Senin (26/1/2015).
Sebagai tindakan perlawanan, pasukan cyber Presiden Correa berencana
melakukan ‘trolling’ atau memenuhi laman Facebook Crudo Ecuador dengan
postingan-postingan propaganda yang pro dengan pemerintahan Correa. Hal
tersebut juga ditujukan untuk menekan dampak meme negatif terhadap
dirinya.
“Kami sudah membuat perhitungan, dan kami akan menunjukkannya pada
kalian minggu depan. Kami mempunyai ribuan pasukan cyber di sosial media
yang siap untuk beraksi melawan kebodohan dan tindakan manupulasi ini,”
tambah Presiden Ekuador itu.
Langkah Presiden Correa yang membentuk pasukan cyber untuk melawan
bully meme di media sosial ternyata bukanlah yang pertama. Metode ‘balas
dendam’ seperti ini pernah dilakukan oleh pemerintah Venezuela,
Meksiko, dan Nikaragua. (*)