JAKARTA – Resmi meluncur di Indonesia, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus dibanderol seharga Rp10 juta-Rp15 jutaan. Dipatok dengan harga belasan juta, pengamat masih memandang kedua smartphone premium tersebut terlalu mahal untuk dipasarkan di Tanah Air.
Menurut pakar teknologi dan IT, Teguh Prasetya, selain harga selangit, peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Indonesia juga dinilai terlambat dibanding negara-negara lain di Asia. 
“Dengan harga Rp12 juta, walaupun dapat dicicil 12 kali, saya rasa itu terlalu besar untuk ukuran orang Indonesia. Selain itu dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, peluncuran iPhone 6 sangat terlambat,” ujar Teguh saat dihubungi, Jumat (6/2/2015).
Selain itu, ponsel dengan OS Android yang ditawarkan dengan harga murah diprediksi masih akan mendominasi di Indonesia. Teguh meyakini seri iPhone 6 yang dirilis di Indonesia tidak akan terlalu diminati penduduk Indonesia yang didominasi kelas B.
“iPhone 6 akan habis dengan Android, Android itu layaknya ponsel ‘sejuta umat’, sedangkan iPhone itu untuk kelas A saja. Jika dihitung, kelas menengah ke atas di Indonesia jumlahnya hanya ratusan ribu saja, rasanya Apple seperti menabur garam di laut dengan menawarkan iPhone 6 dengan harga setinggi itu,” tambahnya, seperti dilansir Okezone.
Pihak distributor yang menjajakan seri iPhone 6 juga dapat merugi jika smartphone tersebut meraih penjualan jeblok di Indonesia. Dengan masuknya iPhone 6, seri lama macam iPhone 4S dan iPhone 5 yang masih beredar di pasar dalam negeri akan mengalami penurunan harga.
“Dampak peluncuran iPhone 6 di Indonesia sendiri adalah kedua produk lama, yakni iPhone 4S dan iPhone 5 akan diobral di Indonesia. Peminat untuk seri iPhone lama tersebut akan banyak, jadi distributor mungkin akan meraih beberapa keuntungan dari situ,” papar Teguh.
Selain iPhone, Teguh juga menganggap ponsel pintar berbasis Windows Phone dan juga BlackBerry akan mengalami perkembangan yang slow down di Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa Android tampak masih akan berjaya. (*)