CALIFORNIA – Profesor psikologi asal Harvard University, Amerika Serikat, Edward Meloni, mengklaim bahwa gas Xenon dapat digunakan untuk membantu orang melupakan trauma mereka. Gas Xenon memiliki fungsi serupa seperti gas helium yang dapat membuat suara orang yang menelannya terdengar rendah.

Dilansir laman Vice dan Okezone, Kamis (12/2/2015), Meloni menguji gas Xenon tersebut kepada seekor tikus yang telah dibuat ketakutan sebelumnya. Tikus yang pada awalnya berkeringat dan denyut jantungnya berdebar kencang setelah diberikan gas Xenon tikus tersebut tampaknya lupa dengan ketakutannya. 

“Kami berharap bahwa FDA menyetujui hal ini segera, sehingga kita bisa memulai percobaan manusia dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Meloni juga menambahkan bahwa ide menghapus memori atau kenangan buruk ini memang terdengar sedikit menyeramkan karena ditakutkan justru akan menghilangkan seluruh ingatan dari seseorang. Namun, Meloni meyakinkan bahwa efek gas Xenon itu tidak akan sedramatis cerita dalam film dan novel.

“Penelitian menunjukkan bahwa gas xenon dapat menghapus rasa emosional dari memori traumatis, tapi tidak menghilangkan memori itu sendiri. Kemungkinan bahwa kenangan hilang sepenuhnya cukup tipis,” jelas Meloni.

Meski begitu, risiko amnesia dalam percobaan itu tidak berarti hilang sepenuhnya. Menurut Meloni, kenangan adalah suatu hal yang membentuk jati diri kita, jadi jika memori itu hilang maka seorang dapat sepenuhnya menjadi orang lain yang bukan diri mereka sendiri. Namun, Meloni menjamin dirinya akan terus melakukan penelitian untuk mencegah hal tersebut terjadi. (*)