Posted On December 15, 2022

Hari Ini Gunung Anak Krakatau 2 Kali Meletus Setelah Sebulan, Status Siaga

bosmuda bosmuda 0 comments
Moolton >> Regional >> Hari Ini Gunung Anak Krakatau 2 Kali Meletus Setelah Sebulan, Status Siaga
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sebanyak dua kali pada hari ini Kamis (15/12/2022). Aktifitasnya sempat menurun selama 1 bulan atau terkahir erupsi pada 14 November 2022 lalu.(Dokumentasi Magma Indonesia)

LAMPUNG –Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami dua letusan pada Kamis (15/12/2022).

Letusan ini terjadi setelah selama sebulan terakhir gunung itu aktivitas vulkanisnya menurun.

Terakhir Gunung Anak Krakatau meletus pada 14 November 2022.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga menjauhi kawah Gunung Anak Krakatau sejauh 5 kilometer karena statusnya masih siaga atau level III.

Berdasarkan data pengamatan, Gunung Anak Krakatau meletus pada 10.31 WIB dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak atau 857 meter dari permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dan durasi 286 detik,” tulis laporan yang dibuat petugas pemantau Jumono, dilansir Kompas.com.

Sekitar empat menit kemudian, 10:35 WIB, gunung yang berada di tengah Selat Sunda itu kembali meletus dengan tinggi kolam letusan teramati 100 meter di atas puncak atau 257 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. 

Erupsi itu pun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 milimeter dan durasi 69 detik.

Secara kasat mata pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 25-700 meter dari puncak.

Cuaca berawan, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

Sedangkan laporan aktivitas kegempaannya, terjadi lima kali gempa letusan dengan amplitudo 7-37 milimeter, dan lama gempa 60-306 detik.

Kemudian, 12 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 3-7 milimeter, dan lama gempa 4-7 detik.

Selanjutnya, 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 6 milimeter selama gempa 11 detik.

Pada pagi hingga siang hari ini juga, telah terjadi dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4-37 milimeter, dan lama gempa 6 detik.

Kemudian terjadi satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-5 milimeter, dominan 2 milimeter. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sebanyak dua kali pada hari ini Kamis (15/12/2022). Aktifitasnya sempat menurun selama 1 bulan atau terkahir erupsi pada 14 November 2022 lalu.(Dokumentasi Magma Indonesia)

LAMPUNG –Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami dua letusan pada Kamis (15/12/2022).

Letusan ini terjadi setelah selama sebulan terakhir gunung itu aktivitas vulkanisnya menurun.

Terakhir Gunung Anak Krakatau meletus pada 14 November 2022.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga menjauhi kawah Gunung Anak Krakatau sejauh 5 kilometer karena statusnya masih siaga atau level III.

Berdasarkan data pengamatan, Gunung Anak Krakatau meletus pada 10.31 WIB dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak atau 857 meter dari permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 milimeter dan durasi 286 detik,” tulis laporan yang dibuat petugas pemantau Jumono, dilansir Kompas.com.

Sekitar empat menit kemudian, 10:35 WIB, gunung yang berada di tengah Selat Sunda itu kembali meletus dengan tinggi kolam letusan teramati 100 meter di atas puncak atau 257 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. 

Erupsi itu pun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 milimeter dan durasi 69 detik.

Secara kasat mata pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 25-700 meter dari puncak.

Cuaca berawan, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

Sedangkan laporan aktivitas kegempaannya, terjadi lima kali gempa letusan dengan amplitudo 7-37 milimeter, dan lama gempa 60-306 detik.

Kemudian, 12 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 3-7 milimeter, dan lama gempa 4-7 detik.

Selanjutnya, 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 6 milimeter selama gempa 11 detik.

Pada pagi hingga siang hari ini juga, telah terjadi dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4-37 milimeter, dan lama gempa 6 detik.

Kemudian terjadi satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-5 milimeter, dominan 2 milimeter. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *