Kamar nomor 11 yang dihuni NIK dipasangi garis polisi (Foto: Kompas.com)

BANDAR LAMPUNG – Wanita diduga pelaku tindak kriminal di Lampung tewas dengan kondisi kejang-kejang saat digerebek aparat kepolisian, Senin (19/12/2022) dini hari.

NIK (27), warga Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah meninggal di kamar kos Jalan P Seribu, Kelurahan Way Dadi, Sukarame, Kota Bandar Lampung ketika penggerebekan.

Ketua RT setempat, Siti Solehah membenarkan ada penggerebekan yang dilakukan kepolisian di rumah kos tersebut. 

Dia mengaku diminta menjadi saksi dan mendampingi kepolisian dalam penggerebekan di kamar yang berada di lantai dua itu.

“Iya, tadi malam. Saya diminta tolong sama polisi, katanya mereka mau ambil barang bukti hp (ponsel),” kata Siti ditemui di lokasi. 

Awalnya dia tidak tahu jika NIK meninggal dunia. Sepanjang penglihatannya, NIK memang terlihat kejang-kejang. 

“Pas pintu (kamar kos) dibuka, dia (NIK) sudah tergeletak,” kata Siti, dilansir Kompas.com

Kamar nomor 11 yang dihuni NIK dipasangi garis polisi. Jasad NIK sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk diotopsi di ruang forensik. 

Sejumlah anggota Polres Lampung Tengah dan Polresta Bandar Lampung juga terlihat di depan ruang forensik RS Bhayangkara Polda Lampung. 

Informasi awal menyebutkan, NIK pelaku tindak kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah beberapa hari lalu. 

Terkait informasi ini, Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas yang ditemui di depan ruang forensik mengaku belum bisa memberikan keterangan rinci. 

Namun, dia membenarkan ada upaya penyelidikan terhadap NIK yang dilakukan pihaknya tadi malam. 

“Benar (ada penggerebekan), kita masih selidiki tentang hal ini,” kata Edi. 

Pengakuan Keluarga

Perempuan penghuni kos di Lampung tewas saat penggerebekan polisi terakhir menghubungi keluarganya minta dikirimi beras.

Hingga kini, penyebab kematian NIK belum mendapatkan titik terang, meski jasadnya sudah diotopsi di RS Bhayangkara.

Kakak kandung NIK, Siti menjelaskan, komunikasi terakhir pihak keluarga dengan adiknya terjadi Jumat (16/12/2022).

“Jumat kemarin dia (NIK) menelepon minta dikirimi beras,” jelasnya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung, Senin siang.

Menurut Siti, kematian adiknya itu juga diketahuinya dari salah satu kerabat.

NIK tinggal di kos itu sejak kuliah hingga kini bekerja di salah satu akuntan publik di Bandar Lampung.

Siti mengaku pihak keluarga belum mendapatkan hasil otopsi dari pihak berwenang terkait penyebab kematian NIK itu.

“Belum dikasih tahu (penyebabnya), tadi belum boleh masuk,” kata Siti.

Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas yang ditemui di RS Bhayangkara mengaku belum bisa memberikan keterangan detail terkait peristiwa tersebut karena masih diselidiki. (*)