Kapolsek Tanjung Karang Barat Kompol Mujiono (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG –Tiga orang yang terlibat tawuran di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, ditangkap.

Dalam aksi tawuran antar geng itu para pelaku membawa sejumlah senjata tajam jenis celurit, golok, pedang dan kayu, serta tali gir motor.

Ketiganya diringkus di Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, pada Selasa (20/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Terungkap, ketiganya dan korban luka bacok masih satu geng. Mereka terlibat tawuran dengan tiga geng lainnya yang masih di seputaran Bandar Lampung.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto melalui Kapolsek Tanjung Karang Barat Kompol Mujiono mengatakan, ketiga pelaku yang diamankan itu berinisial M (19), WFC (16) pelajar, dan S (16) pelajar.

“Ketiga pelaku yang diamankan merupakan teman-teman korban AF (16) yang saat ini dirawat di RS Abdul Moeloek akibat ikut serta dalam tawuran tersebut,” ujarnya.

Kronologi terjadinya tawuran antar geng tersebut bermula pada Selasa (20/12) sekitar pukul 00.30 WIB, di rumah S berkumpul sejumlah pemuda yang hendak tawuran di Jalan Raden Intan depan Toko Sogo.

Mereka yakni M, WFC, D dan AF yang dibacok di kepala serta dua jari putus.

“Pukul 01.30 WIB, mereka ke rumah rekan lainnya berinisial R di Kebun Jeruk, Tanjung Karang Timur lalu minum tuak,” ujar Mujiono, dilansir Kumparan.

Sekira pukul 02.00 WIB, M, WFC, D dan AF pergi ke kawasan Lapangan Golf Sukarame bergabung dengan geng mereka yaitu geng PDMR (Pulau Damar) berjumlah 50 orang.

Ketua geng PDMR lalu mengajak ke jalan dekat Simpur Center, karena sebelumnya telah janjianuntuk melakukan tawuran di lokasi tersebut. 

“Sebelumnya mereka telah berkomunikasi via DM IG, dan mengajak untuk tawuran antar geng PDMR melawan geng MGR dan geng Besti serta geng Teluk,” ungkap Mujiono 

Saat tawuran AF terjatuh dari motor, lalu ditarik anggota geng lawan dan dianiaya hingga luka akibat sabetan senjata tajam. (*)