Kejari Bandar Lampung gelar Refleksi Akhir Tahun 2022, Selasa (27/12/2022). (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG –Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung masih memiliki empat orang terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam buruan Tim Tangkap Buron (Tabur).

Keempat buronan tersebut yakni Basias Sutami (67) warga Jalan Tenggiri, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung atas perkara Pasal 376 KUHP tentang Penggelapan.

Lalu, Akhmad Azani Kesuma (45) warga Jalan RA Basyid, Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung atas perkara Pasal 385 tentang penyerobotan tanah.

Selanjutnya, Susanti Putri (43) warga Jalan MS Batubara, Kupang Teba, Telukbetung Utara, Bandar Lampung atas perkara Pasal 372 tentang penggelapan.

Terakhir, Haidar Tihang (66) warga Jalan Mayjend Sutiyoso, Kotabaru, Bandar Lampung.

“Kami terus mencari mereka, kami juga sudah mengumumkan baik melalui media sosial dan meminta bantuan Tim Tabur Kejagung. Mudah-mudahan mereka dapat segera kita tangkap,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandar Lampung Helmi Hasan, saat Refleksi Akhir Tahun 2022, Selasa (27/12/2022).

.

Sebelumnya, Kejari Bandar Lampung telah meringkus dua terpidana yang masuk DPO yaitu Sri Utami Aryanti dan LK (64).

“Kami berhasil menangkap dua orang DPO,” ungkap Helmi. dilansir suaralampung.id.

Kedua DPO tersebut merupakan terpidana kasus penipuan dan penggelapan dan ditangkap pada Selasa 28 Juni 2022 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan dan kasus perkara korupsi BLM-PUMP.

Penangkapan terhadap DPO tersebut melibatkan Tim Tabur dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, dan Cabjari Panjang.

“Terpidana DPO atas nama Sri Utami kami tangkap berkat kerjasama dari Tim Tabur Kejagung. Untuk DPO LK kami tangkap di Bandar Lampung berkat kerjasama dengan Kejati Lampung dan Cabjari Bandar Lampung,” jelas Helmi. (*)