Foto: Ilustrasi/Istimewa

LAMPUNG – Membaca do’a di awal dan akhir tahun sesuai sunnah merupakan salah satu bentuk amalan baik dalam menyambut tahun baru. 

Dengan memanjatkan do’a, ini sama halnya kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan kebaikan dalam menjalani kehidupan di tahun baru.

Sebab kita sebagai manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu mendatang melainkan hanya kuasa Allah SWT.

Dalam surat Al-Ghafir dijelaskan bahwa dengan do’a, segala bentuk permintaan dan harapan yang diinginkan insya Allah dapat dikabulkan Allah SWT.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan.” (Surat Al-Ghafir, ayat 60)

Dilansir laman NU via CNNIndonesia, Sabtu (31/12/2022), di bawah ini do’a awal dan akhir tahun sesuai sunah yang bisa dibacakan saat malam pergantian tahun baru atau selesai shalat Isya’.

Doa awal tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِوَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allahumma antal-abadiyyul-qodimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junudihi walauna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammarah bis-suu’i wal-isytighal bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram ya arhamar-rahimin, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

Ya Allah Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertobat, padahal Engkau tidak meridai (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut padaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertobat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada-Mu.

Maka sungguh aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku! Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau rida dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada-Mu ya Allah, Zat yang Maha Pemurah, Zat yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu, wahai Zat yang Maha Pemurah! Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.”

Doa akhir tahun

للَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allahumma ma’amiltu min’amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani’anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha’alayya bi fadhlika ba’da qudratika’ala uqubari, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati’ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlo wa ma’amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani’alaihits tsawaba, fa as’aluka an taqabbal minna wa la taqata’ raja’i minka ya karim.

Artinya: “Ya Allah, Aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara Aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu. Sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan yang Maha Pemurah.”

Itulah bacaan do’a awal dan akhir tahun sesuai sunnah yang bisa dibacakan, supaya di tahun baru mendapat banyak kebaikan dari Allah SWT. (*)