Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG – Oknum jaksa wanita dan pengacara pria diamankan Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung. 

Keduanya dipergoki tengah berduaan di dalam kamar hotel berbintang di Jalan Kartini, Bandar Lampung, saat pergantian malam tahun baru.

Oknum jaksa wanita berinisial MN (38) diketahui menjabat sebagai Kasipidum di Kejari Pesawaran, Lampung. Sedangkan oknum pengacara pria berinisial RM (30).

Keduanya diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, terbongkarnya skandal kedua orang tersebut setelah suami oknum jaksa melapor ke Polresta Bandar Lampung. 

“Kemudian, bersama anggota langsung menuju hotel yang diketahui keduanya bermalam usai merayakan malam pergantian tahun 2023,” ujarnya, Senin (2/1/2023).

Setibanya di depan kamar 216 dengan disaksikan pihak hotel, anggota bersama suami oknum jaksa tersebut kemudian masuk ke dalam kamar.

Sang oknum jaksa didapati sedang mengenakan baju daster berwarna putih bermotif garis-garis. 

Sementara teman prianya berada di atas kasur dengan memakai baju berwarna abu-abu dan tidak mengenakan celana.

“Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, pasangan tersebut langsung dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” urai Dennis, dilansir detikcom.

Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan dan dijerat dengan Pasal Perzinahan. 

“Mereka masih diperiksa, kami terapkan Pasal 284 KUHP,” jelas Dennis.

Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Diana Wahyu Widianti membenarkan hal tersebut.

“Iya benar (Kasipidum), mohon doanya agar kasus ini cepat selesai penangangannya,” kata dia.

Menurut Diana, MN saat ini masih menjalani pemeriksaan internal di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“Iya, masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Diana.

Dia mengatakan pihaknya menyerahkan seluruh penanganan kasus tersebut ke polisi.

“Kasusnya sedang diproses, kami serahkan ke polisi untuk penanganannya. Kita tunggu saja prosesnya,” ujarnya.

Bantah Berzina

Sang pengacara pria, RM dalam keterangan tertulis membantah dirinya melakukan perzinahan dengan MN seperti yang dituduhkan. 

RM mengatakan saat itu, MN datang bersama tiga anaknya dan dua pembantunya pada malam pergantian tahun tersebut.

“Jadi di malam itu, saya diminta kakaknya yang ada di Padang untuk mengawasi adiknya dan disuruh datang ke sana. Di hotel itu juga ada anaknya MN serta asisten rumah tangganya,” ujar dia.

Sesampainya di hotel, lanjut RM, datang sejumlah anggota kepolisian. RM pada saat itu memang tengah berada di dalam kamar yang sama dengan MN.

“Saat anggota kepolisian dan VB yang merupakan suami dari MN datang, memang saya berada di dalam kamar tersebut. Tapi saya pastikan tidak ada perbuatan zina. Mereka datang saya lagi di dalam toilet untuk buang air besar. Selain itu tak seperti apa yang disebutkan pada berita sebelumnya bahwa saya tidak mengenakan pakaian,” ujarnya.

RM berharap semua pihak bisa berimbang dalam persoalan ini. Dia juga tidak ingin masuk ke persoalan rumah tangga MN dengan suaminya.

“Saya hanya datang dalam konteks diminta kakaknya untuk mengawasi adiknya, saya tidak mau terlibat permasalahan antara MN dan suaminya,” kata dia.

Menurut RM, dirinya juga berbeda kamar dengan MN. 

“Saya juga berbeda kamar dengan dia (MN), saya berada di dalam kamar pun karena kakaknya meminta tolong ke saya,” ujar RM.

RM mengaku siap diperiksa dan visum terkait pembuktian dugaan tuduhan perzinahan antara dirinya dengan sang jaksa. (*)