Polda Lampung Kombes Donny Arief Praptono (kemeja putih). Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Proyek pembangunan bendungan di Lampung Timur diduga terjadi korupsi hingga Rp 50 miliar. Lebih dari 200 saksi diperiksa polisi. 

Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung Kombes Donny Arief Praptono mengatakan lokasi bendungan itu berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Sekampung. 

“Ini proyek pembangunan Bendungan Marga Tiga di Kabupaten Lampung Timur yang merupakan proyek strategis nasional,” kata Donny di Mapolda Lampung, Kamis (12/1/2023).

Dugaan korupsi proyek ini berawal ketika penetapan lokasi pembangunan bendungan pada Januari 2020. 

Dalam perjalanan penyelidikan polisi, 299 bidang tanah sudah dibayarkan ganti rugi atas tanaman, bangunan dan kolam senilai Rp 79,5 miliar. 

“Diduga terdapat mark up atau penetapan lokasi yang fiktif atas lahan yang sudah dibayarkan,” kata Donny. 

Penggelembungan harga itu menyebab terjadi selisih pembayaran yang mencapai Rp 50,4 miliar. 

“Sudah diaudit oleh BPK (badan pemeriksa keuangan), potensi kerugian negara mencapai Rp 50,4 miliar,” kata Donny, dilansir Kompas.com

Dari penyelidikan polisi, modus korupsi ini memasukkan data fiktif pada saat invetarisasi dan identifikasi awal ketika penetapan lokasi. 

Sejauh ini polisi sudah memeriksa 271 orang saksi, mendapatkan hasil audit dari BPK dan meminta keterangan tujuh orang ahli. 

“Status kasus ini sudah penyidikan dan semoga dalam waktu dekat penetapan tersangka,” kata Donny. (*)