Terpidana yang buron sejak tahun 2015 atau buronan selama tujuh tahun itu bernama Basais Sutami, warga Teluk Betung, Bandar Lampung. (Foto: Lampung Geh)


BANDAR LAMPUNG –Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) mengamankan buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Terpidana yang buron sejak tahun 2015 atau buronan selama tujuh tahun itu bernama Basais Sutami, warga Teluk Betung, Bandar Lampung.

Kakek berusia 76 tahun itu diamankan di Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (17/1/2023) sekitar pukul 14.45 WIB 

Setelah berhasil diamankan, terpidana langsung dijemput oleh tim dari Kejaksaan Tinggi Lampung guna proses eksekusi.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung Aliansyah mengatakan, terpidana Basais Sutami merupakan DPO dalam kasus penggelapan dalam rumah tangga dengan nilai kerugian sebesar Rp 2 miliar.

“Terpidana merupakan DPO yang sebelumnya divonis kasasi Mahkamah Agung selama enam bulan penjara,” kata dia, dalam keterangannya di Kejaksaan Tinggi Lampung, Rabu (18/1).

Basais Sutami saat akan dieksekusi pada tahun 2015 lalu tidak memenuhi panggilan. Kemudian menjadi buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Sudah kita panggil secara patut terpidana tidak juga hadir dan kita nyatakan DPO. Alhamdulillah kemarin berhasil ditangkap,” ujar Aliansyah, dilansir Kumparan.

Setelah penangkapan, terpidana akan langsung dieksekusi untuk menjalani masa tahanan di Lapas Rajabasa, Bandar Lampung.

“Kita akan eksekusi terpidana ini kita bawa ke Lapas Rajabasa Bandar Lampung,” kata dia.

Kejaksaan Tinggi Lampung juga mengultimatum terhadap 32 buronan lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lainnya agar bersikap kooperatif atau menyerahkan diri guna menjalani proses hukuman.

“Kami imbau untuk buronan DPO Kejati Lampung lainnya agar menyerahkan diri, karena tidak akan aman, tetap pada pencarian kami,” tegasnya. (*)