Wakil Dekan FK Unila Razmi Zakiah Oktarlina (tengah), Dr Zuchrady (kanan), serta Sofiah (kiri) saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap Penerimaan Mahasisa Baru (PMB) Unila 2022 dengan terdakwa Karomani cs, Rabu (17/1/2023). (Foto: Tribunlampung)

BANDAR LAMPUNG – Orangtua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) mengaku menyerahkan uang ratusan juta saat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri.

Uang tersebut diserahkan kepada Asep Sukohar selaku Wakil Rektor II Unila.

Salah satu orangtua mahasiswa adalah Sofiah, yang mengaku menyerahkan uang Rp 100 juta.

Ia menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Karomani cs pada Selasa (17/1/2023). Total dengan enam saksi yang dihadirkan saat persidangan.

Sofiah mengakui menitipkan mahasiswa atas nama FSW ke Fakultas Kedokteran melalui jalur mandiri. 

Mahasiswa tersebut dititipkan melalui Asep Sukohar, karena tetangga dari saksi Sofiah.

“Pak Asep bilang tidak memastikan lulus, dan disuruh tetap belajar,” kata Sofiah.

Menurut Sofiah, apabila anaknya lulus ditanya kesediaannya menyumbang pembangunan LNC.

Sofiah pun menyanggupi hal tersebut dan menyerahkan uang senilai Rp 100 juta kepada Asep Sukohar.

“Sekitar seminggu setelah pengumuman jalur mandiri, saya serahkan uang itu ke rumah pribadi Pak Asep Sukohar,” kata dia, dilansir Tribunlampung.

Sepekan berselang, Sofiah mendatangi rumah Asep Sukohar menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta sebagai tanda terimakasih.

“Lalu seminggu kemudian saya kasih Rp 50 juta lagi sebagai ucapan terimakasih,” kata Sofiah

Namun, uang tersebut akhirnya dikembalikan oleh Asep Sukohar kepada Sofiah setelah adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait kasus suap PMB Unila.

“Tapi uang itu dipulangin lagi karena ada ada ribut-ribut OTT itu,” pungkasnya.

Saksi lainnya adalah Wadek Akademik dan Kerjasama FK Unila, Razmi Zakiah.

Razmi mengakui pernah menitipkan mahasiswa dari orang bernama Juanto. Dia juga mengakui menerima uang titipan senilai Rp 300 juta.

Uang diserahkan kepada Asep Sukohar sekitar satu pekan setelah pengumuman PMB Unila.

“Prof Asep bilang uang itu akan digunakan untuk pembangunan gedung LNC, Diserahkan di rumah pribadi Asep Sukohar sekitar Rp 300 juta,” kata dia.

Selain itu, saksi Razmy juga mengatakan dirinya pernah mentransfer beberapa kali kepada Asep Sukohar.

“Pernah beberapa kali transfer setiap bulan ke Prof Asep sekitar Rp 1-2 juta setiap bulan, itu untuk infaq LNC,” kata dia.

Sidang PMB Unila di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung berlangsung sampai malam.

Hal itu disesuaikan dengan saksi yang dihadirkan, Warek II Unila Prof Asep Sukohar, Warek III Prof Yulianto, dan Warek IV Prof Suharso.

Kemudian tiga orang saksi lainnya yakni, Wakil dekan FK unila Razmi Zakiah Oktarlina, Dr Zuchrady (dokter), serta Sofiah (orang tua mahasiswa). (*)