Sisik trenggiling (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

BANDAR LAMPUNG –Berusaha menyelundupkan satwa dilindungi untuk dijual di Lampung, warga Bengkulu ditangkap aparat kepolisian.

Tersangka juga menjual sisik trenggiling yang diduga menjadi bahan baku pembuatan narkoba jenis sabu-sabu. 

Kasubdit IV Tipidter Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial RD (34), warga Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu. 

Tersangka ditangkap pada Selasa (17/1/2023) di depan SPBU Jalan Terusan Ryacudu, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB. 

“Anggota kita mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi jual beli satwa dilindungi yang berasal dari Bengkulu,” kata Yusriandi di Mapolda Lampung, Jumat (20/1/2023).

Tim Ditkrimsus Polda Lampung kemudian menuju lokasi dan melakukan penyelidikan. Ketika itu, tersangka melintas di lokasi penangkapan dengan mengendarai sepeda motor.

Anggota kepolisian lalu menghentikan laju kendaraan dan memeriksa barang yang dibawa tersangka. 

Yusriandi mengatakan, anggotanya menemukan dua ekor Lutung Simpai (Presbytis melalopos Sp) dan seekor burung hantu dalam keadaan hidup. 

“Tersangka juga membawa sekitar 2,4 kilogram sisik trenggiling yang merupakan bagian dari satwa dilindungi,” kata Yusriandi, dilansir Kompas.com.

Dari pemeriksaan, sisik trenggiling itu hendak dijual seharga Rp 50 juta dan tiga satwa hidup dijual mencapai Rp 20 juta. 

“Diduga sisik trenggiling ini dijual untuk digunakan sebagai bahan pembuatan narkoba jenis sabu-sabu,” kata Yusriandi. 

Dia menambahkan, dua ekor lutung dan seekor burung hantu itu dititipkan ke BKSDA SKW III Lampung untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan. 

Yusriandi mengatakan, tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) Juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE. 

“Ancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta,” kata Yusriandi. 

Penyelundupan burung dilindungi 

Yusriandi menambahkan, pihaknya juga menangkap tersangka penyelundupan satwa dilindungi jenis burung di Lampung Selatan pada Senin (16/1/2023). 

Burung-burung ini hendak dibawa ke Pulau Jawa oleh ADV (25) warga Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menggunakan mobil pribadi jenis Fortuner. 

“Saat digeledah, tersangka membawa 190 ekor burung penyanyi (kicau), ada 43 yang masuk status dilindungi yakni Nuri Tanau, 42 ekor dalam keadaan hidup dan seekor sudah mati,” kata Yusriandi. 

Selain Nuri Tanau, burung-burung lain tidak berstatus dilindungi tetapi merupakan tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. 

Burung-burung ini yaitu Prenjak sebanyak 60 ekor, Sogon 30 ekor, Siri-siri Kecil 20 ekor, Siri-siri Besar 5 ekor, Kutilang Abu 5 ekor, Sikatan 5 ekor, Cucak Biru 8 ekor, dan Anis Hitam 2 ekor dalam keadaan mati). (*)