Foto: Ilustrasi/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Panjang, Bandar Lampung mengimbau masyarakat pesisir agar waspada potensi banjir rob, 21-25 Januari 2023.

Potensi banjir rob tersebut diperkirakan bakal berlangsung di lima wilayah pesisir Lampung yaitu, pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Timur.

“Ketinggian pasang air laut maksimal mencapai 1,5 meter ini diperkirakan terjadi dari pukul 19.00 sampai 22.00 WIB,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Raden Eko Sarjono, Sabtu (21/1/2023).

Banjir rob bisa terjadi diakibatkan adanya fase bulan baru dan fase perigee atau jarak terdekat bumi dengan bulan. 

Alhasil, kedua fase tersebut menyebabkan peningkatan terhadap ketinggian pasang air laut maksimum.

“Adanya pasang maksimum disertai dengan fase bulan baru dan fase Perigee dimulai pada tanggal 21 Januari,” terang Raden Eko, dilansir IDNTimes.

Kondisi banjir rob serupa secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut di wilayah masing-masing.

“Perhatikan update informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang secara berkala, baik melalui website hingga medsos akun resmi kami,” kata Raden Eko.

Imbauan senada juga ditujukan kepada para perahu nelayan hingga kapal besar, untuk lebih memperhatikan resiko tinggi gelombang air laut terhadap keselamatan pelayaran masing-masing.

“Kecepatan angin diperkirakan bisa terjadi mulai 15 knot sampai 25 knot, dengan tinggi gelombang 1,25 sampai 4 meter,” tandas Raden. (*)