Terdakwa kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila), eks Rektor Karomani (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG – Terdakwa kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila), eks Rektor Karomani, menanggapi masifnya pemberitaan perkara korupsi yang menjeratnya. 

Karomani menilai dewan pers harus responsif dan memantau bergulirnya pemberitaan atas perkara tersebut. 

Tanggapan itu disampaikan Karomani saat tiba di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (26/1/2023). 

Dia mengatakan selalu memantau hasil pemberitaan atas kasus yang mengejutkan publik dan kalangan dunia pendidikan itu. 

“Saya mengompilasi mana-mana berita yang berimbang dan tidak, supaya (tahu) media mana yang adil,” kata Karomani. 

Dia mengaku sejak awal kasus ini terungkap banyak kalangan yang memantau melalui media massa, sehingga berharap Dewan Pers memantau pemberitaan yang ada. 

“Saya itu profesor komunikasi, saya tahu penelitiannya, media harus objektif dan berimbang,” kata Karomani, dilansir Kompas.com.

“Ini saya meluruskan berita ya, saya mengkompilasi mana-mana berita yang berimbang dan tidak supaya media betul-betul adil. Saya itu Profesor Komunikasi supaya Dewan Pers tahu, media harus objektif,” tambah Karomani lagi. 

Kuasa hukum Karomani, Ahmad Handoko mengatakan sidang keempat ini dijadwalkan untuk mendengar kesaksian lima saksi. 

“Ada lima saksi yang rencananya akan hadir dalam sidang nanti,” kata Handoko. 

Kelima saksi itu adalah Dosen Unila Mualimin, Andi Desfiandi, Ary Meizari, Lies dan Ahmad Tamzil yang merupakan pihak swasta. (*)